Trik atau Cara Mengendalikan Pikirian Saat Pikiran Lagi Kacau


Cara mengendalikan pikirian saat pikiran lagi kacau

Artikel ini saya buat berdasarkan pengetahuan yang saya simpulkan dari kisah dan pengalaman teman-teman saya. Menurut saya semua penderitaan berawal dari pikiran. Pikirin tersebut saya kelompokkan menjadi dua bagian, yaitu yang pertama kecemasan akan masa depan, dan penyesalan akan masa lalu. Setiap mannusia pasti akan memikirkan kedua hal tersebut (kalau keadaan masih normal, hehehe).

Perkenalkan dulu, nama saya wamades silalahi, sekarang (tanggal 20 juni 2017) saya tinggal di kota medan dengan status sebagai anak kos. Usia saya sudah 23 tahun. Kegiatan saya disini sehari-hari sebagai seorang mahasiswa di salah satu kampus swasta di kota medan ini. Walaupun sebenarnya saya sudah mendapatkan gelar saya sebagai AMD.Kom di tahun 2015, saya masih melanjutkan nya untuk bisa mendapat gelar yang lebih baik lagi yaitu S.Kom.

Sebenarnya saya melanjutkan status saya sebagai mahasiswa ini bukan karna ada tujuan atau targer tertentu, melaikan cuman untuk mengisi waktu luang saya setelah saya menyandang gelar pengganguran. Karna menurut saya akan lbih baik jika ada kegiatan yang lain selain mencari pekerjaan. Dan sampai sekarang status saya masih mhasiswa dan belum mendapatkan pekerjaan. Hal itu sangat menjadi beban pikiran buat saya, terlebih lagi memikirkan keadaan orang tua dikampung yang semakin hari, semakin menua. Itu adalah masalah yang selalu terlintas dipikiran hingga membuat saya menderita pada saat itu. (jadinya curhat hehehe)

Menurut saya sendiri, hampir semua penderitaan berawal dari pikirian. Baik itu penyesalan masa lalu maupun kecemasan akan masa depan nya. Manusia tidak bisa melupakan keajdian masa lalu yang menurut nya itu hal yang paling sial dalam kehidupanya. Begitu juga dengan kecemasan akan masa depannya. Dia akan selalu memikirkan bagaimana supaya masa depan nya bisa lebih baik.


1. Penyesalan akan Masa Lalu
Sekarang coba anda pikirkan, jika memang anda telah melakukan kesalahan yang sampai sekarang anda sesali, apakah semua nya akan bisa berubah? Tentu tidak. Semua yang telah berlalu tidak bisa anda ulang lagi, tidak bisa anda perkaiki lagi, walaupun itu di tempat yang sama. Memang dalam kondisi menyesali suatu hal, atau memang benar-benar menyesalinya itu akan susah untuk kita lupakan. Semakin anda mnecoba melupakan nya, pikiran atau penyesalan itu akan semakin sering datang menghantui pikiran anda. Dan ini meruppakan suatu penderitaan yang sangat mendalam.


Yang harus kita lakukan adalah mengiklaskan nya. Apabila anda mencoba belajar untuk mengiklaskan nya, dengan sendirinya penyesalan itu akan menjadi kenangan masa lalu yang menjadi pelajaran bagiklehidupan anda kedepan nya. Karna sebenarnya itu cuman masa lalu, hanya berlaku dimasa itu. Dia tidak nyata di kehidupan kita yang sekarang, walaupun memang ada pengaruh nya untuk kehidupan kita yang sekarang. Tetapi coba anda kembali berpikir jernih, semakin anda menyesali masa lalu anda, anda akan semakin terjatuh dan terjebak dimasa lalu anda.

2. Kecemasan akan masa depan 
 Untuk masa depan yang lebih baik, Kebanyakan manusia memfokuskan dirinya untuk mengempulkan uang sebanyak mungkin. Mereka mengira dengan uang yang lebih banyak, kebahagian akan tercipta. Mereka mengira semua akan bisa tercapai dengan adanya uang yang banyak. Banyak orang mnghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan uang. Bahwa tidak sedikit dari yang dikorbankan hanya untuk uang.

Bukan cuman tentang uang, banyak orang penasaran bagaimana akan kehidupan nya dimasa yang akan datang? Apa pekerjaan yang dimilikinya dimasa depanya nanti? Dengan siapa dia akan menjalani hidupnya? Semua pertanyaan itu adalah bagian pikiran atau kecemasan yang bisa membuat anda semakin menderita. Mereka berusaha agar semua nya bisa menjadi lebih baik. Itu wajar. Yang membuat tidak wajar ketika orang membuat harapan penuh kepada hal yang diinginkann ya. Dia sangat berambisi agar semua keinginannya bisa tercapai.

 Banyak orang mengira bahwa pikiran mereka itu adalah kenyataan. Kalau anda kembali berpikir jernih, anda akan sadar bahwa kecemasan anda tersebut hanya lah tanggapan dari kenyataan. Emosi dan segala bentuk perasaan yang merupakan buah dari pikiran juga mereka anggap sebagai realita. Tidak jarang kita melihat orang yang stress di pinggir jalan.

 Orang seperti itu akan sulit berfungsi di masyarakat. Mereka tidak bisa menolong dirinya sendiri. Akibatnya mereka pun cenderung menjadi penghambat bagi orang lain, bahkan bisa membuat orang lain menderita.

 Solusi dari kecemasan ini adalah dengan berserah diri dan percaya kepada maha pencipta. Segala sesuatu yang akan terjadi telah direncanakan oleh nya. Walau bagaimana pun anda berusaha, sebanyak atau sukuat apa pun usaha yang anda lakukan, tidak akan tercapai jika sang maha pencipta tidak mengijinkan keinginan itu tercapai. Begitu juga dengan sebaliknya, anda akan mendapatkan keinginan anda dan tidak akan ada yang bisa menghalanginya jika sang pencipta telah merencanakan hal itu terjadi. Bahkan dengan uang yang jumlahnya banyak.

 Hal kecil akan menjadi sulit dan rumit ketika pikiran kita depenuhi dengan kecemasan nya penyesalan akan masa lalu. Ingat lah, beban pikiran yang berlebihan membuat orang tidak mampu menyadari, betapa indah dan sederhananya kehidupan manusia itu sebenarnya.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang membaca, dan jangan lupa share juga kepada teman anda. Mohon maaf jika ada penulisan yang salah ataupun menyimpang dari artikel ini. Terimakasih

Komentar